Tepatkah bawa teknologi digital ke pertanian sekarang?

Tepatkah Bawa Teknologi Digital Ke Sektor Pertanian Sekarang?

Teknologi praktis seperti otomatisasi lebih dibutuhkan, perlu waktu bagi para petani bertransformasi ke dunia digital
Pertanian Indonesia saat ini lebih butuh teknologi untuk membantu pekerjaan dibanding teknologi yang hanya memberikan informasi / Pixabay
Pertanian Indonesia saat ini lebih butuh teknologi untuk membantu pekerjaan dibanding teknologi yang hanya memberikan informasi / Pixabay

Teknologi suatu saat akan mengakomodir semua kegiatan manusia, apa pun itu. Semua lini kehidupan manusia akan bersentuhan langsung dengan teknologi. Atas nama pemutakhiran. Ada satu sektor yang cukup menarik perhatian saya mengenai adopsi teknologi ini, pertanian. Terlebih dengan kondisi pertanian, penetrasi teknologi, dan kebijakan pemerintah saat ini. Menurut saya adalah hal yang lebih penting dari sekedar menyediakan aplikasi atau platform digital untuk pertanian.

Seperti kita ketahui bersama baru-baru ini pemerintah mengenalkan beberapa aplikasi yang diharapkan mampu menunjang petani untuk memajukan sektor pertanian. Mulai dari aplikasi untuk berkomunikasi antar petani, ramalan cuaca, info pertanian, hingga aplikasi untuk menjual hasil panen, semua disediakan.

Saya sempat berbincang dengan teman dan kerabat, yang semuanya berlokasi di Jawa Tengah, yang bergelut dengan kehidupan bercocok tanam di tempatnya masing-masing mengenai hal ini. Kebanyakan berpendapat bahwa aplikasi-aplikasi tersebut masih jauh dari berguna, setidaknya untuk mereka saat ini.

Ada banyak alasannya, beberapa di antaranya adalah teknologi tersebut belum dirasa memiliki dampak yang signifikan untuk membantu pertanian. Tanpa aplikasi yang diperkenalkan Menkominfo, jika memang para petani dekat dengan teknologi harusnya mereka sudah menggunakan platform komunikasi yang sudah ada dan populer, seperti media sosial atau group di aplikasi pesan instan yang kini sudah mulai marak.

Setidaknya di tempat para narasumber saya tahun ini panen tidak begitu bagus. Siklus hujan yang tidak bisa diprediksi membuat sawah mereka mengalami penurunan hasil panen. Belum lagi harga pupuk yang dibilang semakin mahal. Bisa jadi ongkos yang mereka keluarkan untuk biaya produksi sama dengan hasil yang mereka dapatkan. Bahkan ada kelakar bahwa biaya yang harus mereka keluarkan untuk proses menanam hingga panen itu sama seperti biaya beli beras langsung di pasar dengan jumlah yang sama. Teknologi apa yang bisa membantu petani untuk saat ini?

Belum lagi mengenai platform untuk memudahkan petani menjual hasil panennya. Bukannya pesimis, rata-rata petani di tempat narasumber belum akrab dengan teknologi. Mungkin semua butuh waktu, itu mengapa teknologi di atas belum tepat waktunya.

Untuk teknologi seputar dunia pertanian saya lebih tertarik dengan apa yang sedang dikembangkan Siramin. Alat otomatis untuk menyiram lahan. Menurut saya itu lebih memudahkan usaha yang dilakukan petani, terutama dalam hal menghemat waktu. Tapi kembali lagi, jika untuk mengadopsi teknologi-teknologi tersebut petani diharuskan mengeluarkan biaya investasi lagi, saya pikir mereka akan lebih memilih cara tradisional, tidak balik modal.

Mungkin kondisi pertanian yang dialami narasumber saya berbeda dengan wilayah pertanian lain di Indonesia. Mulai dari demografi petani, kondisi penguasaan teknologi, dan kondisi-kondisi lainnya. Yang jelas salah satu PR di dunia pertanian saat ini adalah membawa inovasi teknologi ke dunia pertanian yang akrab, dan tepat guna untuk kondisi di lapangan. Karena tidak semua petani bisa cepat akrab dengan teknologi, termasuk teknologi digital. Perlu waktu untuk penyesuaian, perlu waktu untuk membangun komunitas dan ekosistem di dunia pertanian agar petani, distributor, dan konsumen bertransformasi ke teknologi digital.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Opini
Artikel Populer
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…