Categories

Interview

Veryfund Tawarkan Kemudahan Melacak Transaksi Keuangan Bank

Menargetkan perolehan 100 ribu user base di akhir tahun dan berharap mendapatkan putaran pendanaan kedua

Adjie Priambada - 22 August 2015

Startup teknologi yang menyasar segmen finansial di Indonesia dewasa ini kian menjamur. Kini hadir satu lagi pemain baru yang turut meramaikan ranah layanan finansial melalui aplikasi mobile bernama Veryfund. Veryfund menawarkan kemudahan untuk memeriksa saldo dan juga melacak transaksi keuangan berbagai akun bank yang dimiliki penggunanya.

Veryfund didirikan oleh perencana keuangan Ibnu Hajar Ulinnuha dan rekannya Andwi Valentine yang menjabat sebagai CTO Veryfund. Aplikasi Veryfund sendiri sebenarnya telah meluncur sejak Juni 2015 lalu. Saat ini ini Veryfund berada di bawah payung PT Indiva Finansia Teknologi yang berbasis di Yogyakarta dan memiliki tim berjumlah 16 orang.

Veryfund hadir dari kegelisahan Ibnu yang kerap mendapat keluhan dari kliennya mengenai kesulitan memverifikasi transfer pembayaran yang masuk serta repotnya menjumlahkan total saldo dari berbagai akun. Selain itu, Ibnu juga melihat fakta bahwa kebanyakan para pelaku bisnis memiliki dua hingga empat rekening bank berbeda untuk mempermudah pelanggan mereka dalam melakukan transfer.

Ibnu mengatakan, "Melihat fenomena tersebut, saya bersama Andwi Valentine, Co-Founder saya di startup sebelumnya, membentuk tim guna mengembangkan produk yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan mereka, yakni alat untuk mengecek transaksi masuk dan keluar melalui transfer, di banyak bank dalam satu tempat."

Cara kerja dan fitur yang ditawarkan Veryfund

Pada dasarnya, Veryfund merupakan aplikasi keuangan yang menyatukan saldo dan transaksi yang masuk atau keluar dari berbagai akun bank dalam satu satu layar. Untuk menggunakannya, pengguna hanya perlu mendaftarkan email dan akun bank online mereka. Setelah itu, aplikasi akan mengkategorikan transaksi secara otomatis dan pengguna dapat melihat serta melacak data keuangan berbagai akun bank mereka dalam satu aplikasi, secara harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan.

Menariknya, Veryfund menawarkan fitur pencatatan riwayat transaksi hingga tiga tahun, lebih lama jika dibandingkan dengan internet banking yang hanya mencatat tiga hingga enam bulan saja. Terdapat juga fitur export ke dalam format Excel Binary File Format (.xls) untuk pembukuan yang jumlahnya dibatasi hanya untuk melacak hingga 5.000 transaksi. Ke depannya, Veryfund juga akan menghadirkan fitur gamifikasi.

Ibnu mengatakan, "Untuk fitur pembukuan otomatis, saat ini kami sudah sediakan fitur export, namun masih dalam bentuk .xls. Sementara fitur paling dekat yang akan kami live-kan adalah gamifikasi. Intinya kami ingin membuat aktifitas bisnis user kami menjadi lebih menyenangkan. Anggap saja permainan Get Rich for Real Life!"

Veryfund saat ini baru menyediakan akses untuk empat akun bank yaitu Bank Mandiri, BCA, BNI, dan BRI. Terkait dengan keamanan data pengguna, Veryfund menjaminnya dengan metode enkripsi koneksi SSL dan AES 256. Selain itu, Veryfund juga memegang sertifikasi CFP.

Andwi mengatakan, "Kami hanya menyimpan informasi yang dibutuhkan untuk membantu pengguna menyatukan seluruh akun bank mereka dalam satu tempat, kami tahu berapa user yang kami punya, namun tim kami tidak pernah tahu siapa mereka sebenarnya."

"Hal ini selain karena informasi yang diambil dibatasi, informasi lainnya ter-enkripsi. Aplikasi Veryfund hanyalah untuk kegiatan Read-Only, sehingga tidak ada seorang pun yang bisa memindahkan uangnya dari aplikasi tersebut," tambahnya.

Bisnis dan rencana ke depan Veryfund

Veryfund saat ini masih berada dalam status beta sejak dilepas ke pasar pada Juli 2015 lalu. Meski demikian Ibnu menyebutkan bahwa saat ini sudah terdapat 200 pengguna terdaftar dan angka pengguna aktif berada di angka 30 persen dengan asset under management hampir Rp 1 miliar.

Sebagai aplikasi keuangan, target pasar yang dibidik oleh Veryfund sebenarnya beradai di model B2B, dengan pelaku bisnis online, ukm, atau business owner lainnya sebagai sasaran utamanya. Namun, aplikasi ini juga tersedia secara gratis di Play Store sehingga pihak individu pun dapat menggunakannya juga.

Menanggapi hal tersebut, Ibnu menjelaskan, "Kami memang tidak mengekslusifkan diri dari awal karena ada beberapa pengguna yang memiliki latar belakang bukan pengusaha juga membutuhkan aplikasi tersebut untuk memonitor gaji dan pengeluarannya melalui fitur outgoing transaction, yang dapat mencatat seluruh transaksi non-kas via kartu debit."

"Namun, secara desain produk, aplikasi Veryfund memang dioptimasi untuk e-commerce atau penjual online yang kecil-kecilan yang biasanya berjualan via Instagram, Whatsapp, BBM, Kaskus, dan sebagainya." tambah Ibnu.

Veryfund saat ini masih tersedia secara gratis di toko aplikasi populer untuk perangkat Android. Menurut Ibnu ke depannya mereka akan menerapkan model bisnis freemium (subscription based). Ibnu menekankan bahwa saat ini Veryfund lebih mementingkan growth terlebih dahulu.

Ibnu mengatakan, "Target kami adalah mendapatkan 100.000 user base sampai akhir tahun (2015), dan berharap bisa upgrade di second roundinvestment."

Sebagai informasi, Veryfund saat ini telah mendapatkan pendanaan putaran pertama dari angel investor dengan jumlah yang tidak diungkapkan. Ibnu dan timnya juga sebelum ini pernah mengembangkan aplikasi Personal Finance Management yang bernama Dompetsehat.

Saat ini, Veryfund baru tersedia untuk perangkat Android dalam tahap beta. Untuk perangkat iOS, Veryfund masih berada dalam tahap pengembangan lebih lanjut.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter