Oleh
13 days ago

Detail Artikel Gabung GO-FOOD, Pengusaha UKM Kuliner Tingkatkan Penjualan Hingga 345%

Gabung GO-FOOD, Pengusaha UKM Kuliner Tingkatkan Penjualan Hingga 345%

Kehadiran layanan pesan antar makanan online terbukti mampu membantu usaha kuliner meningkatkan pendapatannya. Salah satu layanan tersebut adalah GO-FOOD dari GO-JEK. Melalui layanan ini, usaha kuliner kecil dan menengah bisa meningkatkan penjualannya hingga 3 kali lipat sejak bergabung menjadi mitra GO-FOOD.

Kehadiran aplikasi GO-JEK yang di dalamnya terdapat layanan GO-FOOD, membuat pengguna aplikasi ini dapat memesan menu apapun yang diinginkan dari berbagai pilihan restoran. Dengan demikian, pelaku usaha kuliner atau restoran kecil dan menengah yang tidak memiliki layanan pesan antar dapat memperluas pasarnya dan bersaing dengan restoran waralaba kelas internasional dalam menjajakan dagangannya.

Berdasarkan data dari tim Business Intelligence GO-JEK, dari total 100.000 usaha kuliner yang telah bergabung dengan GO-FOOD sebanyak 40.000 merupakan pelaku usaha lokal yang menjual makanan khas Indonesia. Data GO-JEK menunjukkan, penjualan industri makanan kecil dan menengah meningkat 345% sejak bergabung menjadi mitra GO-FOOD.

Sejumlah pemilik usaha kuliner atau restoran pun mengaku telah meraup untuk lebih banyak dengan adanya layanan pesan antar online tersebut. Salah satunya adalah Andi pemilik Warung Anugrah Bawakaraeng dengan ayam penyetnya yang khas di Makassar berhasil meningkatkan penjualannya hampir 120% setelah sebulan bergabung menjadi mitra GO-FOOD, di tambah lagi penjualan rata-rata perbulan meningkat sebesar 25%.

“Saya dari Gorontalo dan sebetulnya tidak tahu siapa-siapa saat pertama pindah ke Makassar. Menjadi mitra GO-FOOD telah membantu warung saya lebih dikenal dengan penyebaran dari mulut ke mulut dan memungkinkan saya menjangkau pelanggan yang tadinya tidak terjangkau,” kata Andi.

Sama dengan Andi, Hendra pemilik restoran Ayam Geprek Nori di Semarang mengatakan sejak bergabung dengan GO-FOOD penjualan ayam gepreknya meningkat. “60% omzet kami saat ini datangnya dari pesanan lewat GO-FOOD,” kata Hendra.

Selain itu, kisah sukses merchant GO-FOOD juga menghampiri Nanik Soelistiowati melalui usahanya Pisang Goreng Madu Bu Nani dikunjungi oleh lebih dari 300-400 driver per harinya. Yang tak kalah menarik adalah usaha kopi lokal yang kini tengah popular sekarang ini. Beberapa kedai kopi yang popular dipesan melalui GO-FOOD diantaranya Tuku, Kopi Kaleyo, serta Sagaleh, Animo dan Kopi Sana.

Data GO-JEK juga menunjukkan pertumbuhan pesanan produk kopi melalui GO-FOOD telah mencapai 900% dibandingkan tahun lalu. Tidak terbatas pada pertumbuhan di sisi konsumen, pertumbuhan juga terjadi pada sisi produsen. “Saat ini, mulai permunculan kedai kopi yang menjual produk serupa, tak sedikit juga dari mereka yang mendaftarkan usahanya menjadi mitra GO-FOOD, di mana pertumbuhannya mencapai 250% dibandingkan tahun lalu,” ujar Head of GO-FOOD Nadia Tenggara.

Kehadiran GO-FOOD mampu memberikan kesempatan bagi para pengusaha kuliner kecil dan menengah untuk mengembangkan usahanya. Saat ini GO-JEK termasuk layanan GO-FOOD telah hadir di 50 kota dan lebih dari 100.000 usaha kuliner telah bergabung, dari mulai kaki lima hingga fine dining.

 



  
 
Home
 Business  Lifestyle

Copyright © 2008-2015 PT Digital Startup Nusantara. Powered by Cloudkilat