1. Entrepreneur

Pencatatan Jurnal Penerimaan dan Pengeluaran Kas, Begini Contohnya!

Dalam aktivitas perdagangan sebuah perusahaan, pasti terdapat transaksi yang terjadi. Seluruh transaksi tersebut, baik transaksi masuk maupun keluar, perlu pencatatan dengan jurnal penerimaan dan pengeluaran kas.

Jurnal penerimaan dan pengeluaran kas merupakan bagian dari jurnal khusus, yang fungsinya untuk mencatat transaksi berulang. Dengan demikian, arus kas suatu perusahaan dapat dilaporkan secara tepat.

Sebelum melakukan pencatatan jurnal penerimaan kas atau jurnal pengeluaran kas, ada baiknya mengenal definisi, gambaran hingga contoh dari masing-masing jurnal, terlebih dahulu. Ada pun penjelasannya, sebagai berikut:

1. Jurnal Penerimaan Kas

Pengertian Penerimaan Kas

Penerimaan kas adalah salah satu jenis jurnal, yang dibuat atau digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan uang tunai atau kas perusahaan. Sehingga, mengakibatkan kas bertambah (kas di debit).

Jenis Transaksi

Adapun jenis penerimaan kas dalam sebuah usaha, antara lain seperti: setoran modal yang diinvestasikan pemilik usaha, penjualan produk secara tunai, penjualan aset secara tunai, juga retur pembelian tunai.

Selain itu, terdapat juga penerimaan sewa dividen ataupun bunga, piutang yang sudah dibayar tunai, serta pinjaman tunai dari perorangan atau pun lembaga keuangan seperti bank, dan lain-lain.

Contoh Penerimaan Kas

Ada pun contoh bentuk jurnal penerimaan kas yang digunakan perusahaan dagang, adalah sebagai berikut:

  • Kolom tanggal, untuk mencatat kapan uang tunai tersebut masuk ke dalam kas.
  • Kolom keterangan, untuk mencatat nama toko atau nama pelaku transaksi.
  • Ada pun yang menempati posisi debit adalah kas dan potongan penjualan.
  • Kolom kas untuk mencatat jumlah uang tunai yang masuk atau diterima.
  • Sedangkan, kolom potongan penjualan untuk mencatat jumlah potongan yang sudah disetujui, ketika menerima uang tunai dari konsumen.
  • Kemudian, di posisi kredit terdapat piutang dagang, penjualan dan serba-serbi.
  • Kolom piutang dagang, untuk mencatat transaksi atau uang kas diterima, yang berasal dari pelunasan piutang, atau utang yang dimiliki konsumen.
  • Kolom penjualan, untuk mencatat banyaknya penjualan barang dagang.
  • Kolom serba-serbi, untuk mencatat segala bentuk catatan tambahan terkait akun, selain piutang dagang dan penjualan.

2. Jurnal Pengeluaran Kas

Pengertian Pengeluaran Kas

Pengeluaran kas adalah salah satu jenis jurnal yang dibuat atau digunakan untuk mencatat semua transaksi pengeluaran uang tunai atau kas. Sehingga, mengakibatkan kas berkurang (kas di kredit).

Jenis Transaksi

Adapun jenis pengeluaran kas yang perlu dicatat dalam jurnal ini, antara lain seperti: prive uang tunai, pembelian barang atau penggunaan jasa yang dibayar secara tunai, retur penjualan tunai, pembayaran hutang serta pembayaran beban.

Contoh Pengeluaran Kas

Sama halnya dengan jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas juga memiliki format bentuk tersendiri, sebagai berikut:

  • Kolom tanggal, untuk mencatat tanggal transaksi dilakukan.
  • Kolom keterangan, untuk mencatat penjelasan terperinci terkait transaksi yang dilakukan.
  • Kolom referensi, untuk mencatat tanda terkait poin-poin yang sifatnya terhubung dengan buku besar.
  • Lalu, berbeda dengan jurnal penerimaan kas, pada jurnal pengeluaran kas posisi debit diisi oleh kolom utang dagang, pembelian dan serba-serbi. Posisi debit ini sendiri digunakan untuk menjelaskan kas yang keluar digunakan untuk kegiatan apa, yang nantinya diisi sesuai dengan jenis kolom terkait.
  • Sementara, posisi kredit pada jurnal ini, diisi oleh kolom kas dan potongan penjualan.

{$categories[0]['slug']}