HaloJasa Hadir sebagai Aplikasi “On-Demand” untuk Berbagai Kebutuhan

HaloJasa Hadir sebagai Aplikasi “On-Demand” untuk Berbagai Kebutuhan

Didirikan sejak tahun 2017; meluncur kembali dengan perampingan kategori dan model bisnis baru
Aplikasi HaloJasa bisa diunduh untuk pengguna Android dan iOS
Aplikasi HaloJasa bisa diunduh untuk pengguna Android dan iOS

Dinamika pasar dan kebutuhan pengguna memaksa HaloJasa mengubah model layanannya. Dikembangkan pertama kali pada awal 2017, semula mereka mengusung konsep marketplace. Lantas kini bertransformasi menjadi aplikasi on-demand untuk empat kategori kebutuhan jasa, meliputi Halo Auto (otomotif), Halo Clean (kebersihan), Halo Fix (perbaikan), dan Halo Massage (kebugaran).

CEO HaloJasa Hengky Budiman menjelaskan, banyaknya kategori yang semula ditawarkan berimbas pada biaya pemasaran yang tinggi dan terlalu berisiko untuk pertumbuhan. Pada April 2019 mereka bertemu dengan investor yang berpartisipasi dalam pendanaan awal, lantas mendapatkan masukan untuk merampingkan kategori dan mengubah bentuk menjadi aplikasi on-demand.

“Intinya kami berorientasi untuk menciptakan solusi dan meningkatkan kesejahteraan bagi kaum pekerja informal sehingga dapat menciptakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan. Saya yakin menciptakan sebuah dampak sosial bagi banyak orang merupakan hal yang luar biasa yang ingin kita rasakan bersama-sama,” terang Hengky.

Empat kategori yang menjadi fokus HaloJasa adalah jasa kebersihan untuk rumah, indekos, apartemen, dan kantor; diberi nama Halo Clean. Kemudian jasa pijat di bawah kategori Halo Massage, jasa perbaikan AC di bawah Halo Fix, dan Halo Auto berupa jasa perawatan kendaraan rumah.

Sejak perubahan model bisnis dan peluncuran aplikasi baru pada Oktober 2019 silam, HaloJasa sudah mendapatkan 2000 pengguna dengan 250 vendor tergabung.

Optimis menjadi pimpinan pasar

Salah satu hal yang dipertimbangkan HaloJasa dalam proses perubahan bisnisnya adalah peluang untuk menjadi pemimpin pasar di aplikasi on-demand untuk jasa. Hengky menilai saat ini belum ada nama yang mendominasi untuk industri ini, yang artinya masih terbuka peluang untuk di mana saja.

Kendati demikian kita tahu, decacorn Gojek juga memiliki konsep serupa yang disematkan pada GoLife. Tentu akan menjadi persaingan yang cukup berat.

“Ceruk pasar peluangnya masih terbuka lebar dan saya yakin ini akan menjadi kompetisi yang menarik agar seluruh pemain berusaha memberikan layanan dan menjadi yang terbaik. Kami yakin orientasi terhadap solusi yang kami tawarkan mengedepankan kepentingan kedua belah pihak antara pengguna kami dan juga vendor mitra yang bekerja sama dengan kami,” terang Hengky.

HaloJasa saat ini mengusung beberapa fitur untuk terus mendongkrak pertumbuhan bisnisnya, di antaranya fitur matchmaking yang akan memilihkan vendor sesuai dengan lokasi yang radius yang disesuaikan. Beragam kanal pembayaran juga diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi pengguna HaloJasa.

“Tahun depan kami memastikan bisnis masuk ke dalam product market fit. Setelah itu kami akan mengembangkan dan memperbanyak kategori-kategori baru pada bidang jasa. Termasuk membangun afiliasi dan kolaborasi pada pelaku industri jasa konvensional untuk memanfaatkan teknologi,” imbuh Hengky.

Transformasi bisnis serupa sebelumnya juga dilakukan pemain sejenis, Seekmi. Pada 2017 dengan alasan untuk fokus ke kepuasan pengguna, mereka juga merampingkan kategori jasa yang ditawarkan.

Application Information Will Show Up Here

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Interview
Artikel Populer
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…