Mungkin anda sering mendengar istilah growth hackers yang mulai akrab di telinga sejak beberapa tahun silam dan berfikir apa itu growth hacking? Apa yang mereka lakukan? Dan bagaimana kita menjadi growth hackers? Pertanyaan ini diajukan oleh Amal Agung Cahyadi lewat Twitter dan saya akan coba jawab.

Growth hacking, pada dasarnya adalah sebuah aktivitas yang fokus untuk menumbuhkan angka metriks melalui rangkaian metode, eksperimen dan testing yang terukur. Metriks yang dimaksud disini adalah ukuran yang dianggap penting untuk layanan web/mobile anda, bisa berupa traffic (visitors, pageviews), engagement (retweet, facebook share, etc), action (pembelian, download, sign up), revenue atau metriks apapun yang menjadi perhatian di bisnis anda.

Kata “eksperimen” dan “terukur” merupakan kata kunci dalam proses growth hacking, dimana akan sering sekali dilakukan percobaan-percobaan dan mengukur hasil dari tiap percobaan untuk menentukan mana metode yang paling maksimal menghasilkan angka yang diinginkan.

Mari kita bahas contoh kasus, misalnya anda memiliki frontpage yang memberikan informasi dengan tujuan akhir agar pengunjung mau bergabung dengan layanan anda. Eksperimen bisa dilakukan seperti ini, letakkan tombol “Sign up” sebelum dan sesudah informasi ditampilkan (di atas dan di bawah) dan tambahkan tombol “Sign up” yang floating dan selalu mengikuti di bagian samping layar browser.

Dari sini, anda bisa mengukur tombol mana yang paling banyak ditekan, apakah tombol yang di atas, tombol yang di bawah atau tombol yang floating di samping?

Selanjutnya anda coba eksperimen dengan form isian untuk proses sign up, dibagi menjadi 3 langkah (3-step signup), 2 langkah (2-step signup) atau satu halaman penuh (1-page signup). Halaman mana yang paling banyak menghasilkan proses Signup paling banyak?

Cerita sukses Growth Hacking yang paling legendaris adalah cerita yang dialami founder Hotmail ketika mereka mendirikan perusahaannya tahun 1996 silam. Ketika Hotmail diluncurkan, pertumbuhannya terbilang sangat lambat sehingga para foundernya memutuskan untuk beriklan di bilboard dan iklan radio untuk mendongkrak pertumbuhan pengguna Hotmail. Namun investor mereka, Tim Draper memiliki ide yang lebih baik dengan menambahkan promosi Hotmail di “signature” email yang dikirim oleh pengguna.

PS: I love you. Get your free e-mail at Hotmail“, kalimat sederhana ini (disertai link ke website Hotmail) dengan pesat meningkatkan jumlah pengguna Hotmail ke angka 1 juta pengguna dalam waktu 6 bulan. Salah satu founder Hotmail, Sabeer Bhatia, mengirimkan satu email ke koleganya di India dan dalam waktu 3 minggu saja Hotmail sudah menambah 300.000 pengguna di India. Sebelum diakuisisi Microsoft, Hotmail memiliki 12 juta pengguna di masa dimana hanya terdapat 70 juta pengguna internet di seluruh dunia.

Sebenarnya, kalau dipikir lebih jauh, aktivitas growth hacking ini sudah ada sejak lama, cuma biasanya disebut proses Frugal marketing, Lean marketing dan banyak istilah lainnya. Namun pada dasarnya adalah untuk meningkatkan jumlah pengguna melalui metodologi dan eksperimen yang terukur.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai growth hacking? Coba baca-baca di halaman ini.

Jika anda memiliki pertanyaan seputar startup, silahkan kirimkan ke kami melalui mention di Twitter atau Facebook kami + hashtag #askdailysocial. Kami akan pilih satu pertanyaan setiap minggu untuk dijawab di DailySocial. Ayo kirimkan pertanyaan-pertanyaan kamu sekarang.

 

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.