1. Startup

Bukalapak Luncurkan "BukaBangunan", Layanan Pengadaan Bahan Bangunan Lewat Jaringan Mitra

Saat ini aplikasi BukaBangunan telah diluncurkan; bernaung di bawah unit Mitra Bukalapak

PT Bukalapak.com Tbk (IDX: BUKA) bersiap memperlebar cakupan bisnisnya ke ranah marketplace B2B untuk bahan bangunan atau konstruksi. Bernama "BukaBangunan", unit ini bernaung di bawah program Mitra Bukalapak.

Saat ini BukaBangunan sudah memiliki aplikasi sendiri. Berbentuk marketplace dengan kategorisasi khas produk bahan bangunan, seperti semen, kayu, pasir, pelengkapan elektronik untuk bangunan, dan sebagainya.

Hadirnya BukaBangunan juga dinilai relevan, untuk bisa memanfaatkan kekuatan kanal online-to-offline (O2O) yang telah dibangun Bukalapak melalui program kemitraannya. Saat ini tercatat sudah ada sekitar 14 juta warung dan pelaku UMKM yang bergabung. Mereka tersebar di lebih dari 200 kota di Indonesia.

Lewat aplikasi BukaBangunan, nantinya para mitra bisa menjual berbagai kebutuhan material di tokonya. Termasuk melakukan pemesanan dari distributor yang ada di jaringan Bukalapak.

Ramai-ramai garap marketplace bahan bangunan

Tahun ini sejumlah startup marketplace B2B terkait juga debut, mencoba mendemokratisasi pasar bahan bangunan dengan sentuhan teknologi. Bahkan, sejumlah startup sudah mendapatkan pendanaan awal dari pemodal ventura.

Inefisiensi rantai pasok dan proses pengadaan yang rumit menjadi salah satu paint point yang coba diselesaikan. Mereka turut menangani pembelian eceran untuk pembangunan properti pribadi, maupun untuk kebutuhan konstruksi besar.

BRIK adalah salah satu startup yang bermain di sini. Juni 2022 lalu mereka baru saja mendapatkan pendanaan awal 59 miliar Rupiah dipimpin AC Ventures. Visi BRIK adalah untuk mempersingkat rantai distribusi bahan konstruksi melalui platform pengadaan berteknologi tinggi, menghubungkan pembeli dengan produsen bahan konstruksi.

Platform serupa lainnya ada Tokban dan GoCement. Ada juga AMODA yang fokusnya menghadirkan platform SaaS untuk manajemen proyek. Peluangnya memang cukup besar, mengingat digitalisasi di sektor ini bisa dibilang baru saja dimulai.

Menurut pemaparan yang disampaikan Kementerian Perdagangan RI, ukuran pasar B2B commerce di Indonesia akan mencapai $21,3 miliar pada 2023 mendatang. Sementara itu, menurut laporan Mordor Intelligence, ukuran pasar konstruksi bangunan di Indonesia telah mencapai $10,97 miliar pada 2022 ini. Ini adalah peluang yang cukup besar untuk dieksplorasi oleh para pegiat startup.

Application Information Will Show Up Here
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again