Layanan P2P Lending Danamas Targetkan Penyaluran Pembiayaan Tembus Dua Triliun Rupiah

Layanan P2P Lending Danamas Targetkan Penyaluran Pembiayaan Tembus Dua Triliun Rupiah

Agresif menjaring pedagang mikro, menyalurkan Rp1,38 triliun dan 43 ribu pemodal sejak awal berdiri
CEO Danamas Dani Lihardja bersama Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hendrikus Passagi beberapa waktu lalu di Makassar / Danamas
CEO Danamas Dani Lihardja bersama Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hendrikus Passagi beberapa waktu lalu di Makassar / Danamas

Startup p2p lending Danamas, anak usaha Grup Sinar Mas, menargetkan penyaluran pinjaman tembus Rp2 triliun tahun ini. Angka ini cenderung moderat dan diprediksi bisa melampaui. Sejak awal berdiri hingga Januari 2019, Danamas telah menyalurkan dana sekitar Rp1,38 triliun.

CEO Danamas Dani Lihardja menuturkan, dalam merealisasikan target ini banyak rencana bisnis yang siap dilakukan perusahaan. Pertama, menghadirkan produk pinjaman untuk karyawan Jepang yang bekerja di Indonesia.

Dengan demikian, perusahaan tidak akan direpotkan lagi oleh permintaan pinjaman dari para karyawannya. Perusahaan akan menyasar perusahaan Jepang yang berlokasi di sekitar Jakarta dan Bekasi sebagai target penggunanya.

Langkah ini merupakan bagian dari rencana perusahaan pasca diterimanya investasi dari Itochu Corp sebesar US$50 juta pada 2017.

“SMMA (Sinar Mas Multi Artha) itu punya saham di Danamas 66%, Itochu Corp punya 33%. Tahun ini kami berikan fasilitas kredit tepat guna kepada karyawan Jepang yang tinggal di sini. Sehingga perusahaan tidak akan direpotkan lagi dengan berbagai pinjaman dari karyawan,” ujar Dani kepada DailySocial.

Berikutnya, Danamas juga siap memperluas layanan pinjaman multiguna untuk menjangkau pemilik warung mikro. Pemilik warung akan diberikan plafon pinjaman hingga Rp2 juta. Tenor untuk produk ini mulai dari 12-20 hari. Perusahaan akan menyasar pemilik warung yang berlokasi di luar Jakarta, seperti Cikampek, Purwakarta, dan Subang.

Prinsip pinjaman ini, pemilik warung tidak akan menerima dana tunai melainkan harus dalam bentuk barang. Oleh karena itu, nantinya Danamas akan bekerja sama dengan distributor yang digunakan pemilik warung untuk belanja barang.

“Jadi list belanjaan mereka yang di-kredit ke kami. Pemilik warung tidak menerima dana tunai dari kami karena sedari awal ekosistem seperti itu yang kami bangun.”

Perusahaan juga berniat untuk menambah kerja sama dengan empat perusahaan e-commerce. Hanya saja, Dani enggan menyebut lebih detil terkait hal ini.

Saat ini, perusahaan teknologi yang sudah bekerja sama dengan Danamas adalah Traveloka untuk fitur PayLater. Dani menegaskan kerja sama dengan Traveloka ini sebatas bisnis, tidak ada kucuran dana investasi yang diberikan Traveloka untuk mengontrol Danamas.

Ekspansi bisnis

Perusahaan berencana membuka kantor di 12 lokasi baru dari saat ini tersedia di 10 titik, di antaranya Medan, Makassar, Manado, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Dani bilang, ekspansi ini ditujukan untuk mengakuisisi lebih banyak pedagang pulsa sebagai peminjam.

“Strategi kami selalu buka cabang karena lebih senang mengakuisisi secara face to face.”

Produk pedagang pulsa ini masih menjadi kontributor utama sekitar Rp700 miliar dari keseluruhan total penyaluran di Danamas sebesar Rp1,2 triliun. Sebanyak 120 ribu pedagang pulsa telah menjadi peminjam di Danamas.

Danamas sebelumnya hanya memiliki dua produk yang banyak dimanfaatkan oleh para peminjam. Yakni pinjaman untuk pedagang pulsa dan konsumen PayLater dari Traveloka. Konsep bisnisnya tetap sama, peminjam tidak bisa menerima dana tunai harus ada perantaranya untuk jaminan keamanan.

Pedagang pulsa yang bisa meminjam di Danamas harus tergabung sebagai reseller yang terdaftar di distributor modern channel yang bekerja sama dengan Danamas, seperti Narindo. Mereka dapat mengajukan pinjaman minimal Rp500 ribu sampai Rp200 juta untuk berdagang pulsa. Adapun tenornya bervariasi mulai dari 1 minggu sampai 7 bulan dengan tenor sekitar 2 persen per bulannya.

Untuk PayLater dari Traveloka, Dani mengaku produk ini telah berkontribusi menyalurkan pinjaman sekitar Rp500 miliar sepanjang tahun lalu. Ada sekitar 200 ribu pengguna Traveloka yang memanfaatkan produk ini. Diprediksi akan semakin banyak digunakan para pengguna, lantaran pihak Traveloka rutin memberikan gimmick untuk mendorong utilitasnya.

Selain mendorong jumlah peminjam, Danamas juga mulai melirik pemodal dari kalangan institusi. Perusahaan telah menggandeng 43 ribu pemodal dari kalangan ritel. Selain bisa mendanai berbagai pinjaman, pemodal dapat berinvestasi di reksa dana, beli asuransi mobil, travel, dan unitlink dari aplikasi.

Setiap pinjaman yang diberikan pemodal dijamin oleh asuransi kredit. Apabila terjadi masalah maka asuransi akan membayar 70% dari nilai pinjaman. Minimal pendanaan yang bisa dilakukan pemodal sebesar Rp500 ribu. Imbal hasil yang diberikan sekitar 20% per tahun.

Danamas merupakan startup p2p lending pertama yang mengantongi izin operasional dari OJK.

Application Information Will Show Up Here

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Interview
Artikel Populer
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…