Categories

Feature

Startup yang Layak Diinvestasi Venture Capital

Pendapat seorang venture capitalist lokal mengenai startup yang berprospek untuk diinvestasi

Guest Post - 23 November 2015

Dalam mengembangkan bisnisnya, startup juga bisa mendapatkan tambahan tenaga dari para investor. Ada beragam jenis investor, dan venture capital (VC) adalah salah satu jenis investor tersebut. Dengan pengalaman saya di Ideosource Venture Capital, saya bisa menarik benang merah tentang startup seperti apa yang layak diinvestasi oleh VC seperti kami. Tentu saja ada perbedaan antara VC satu dengan yang lain, dan tidak semua bisnis (yang bagus) cocok dengan pendanaan VC.

Real Problems, Big Market, Executable Solutions

Startup yang bagus harus mencoba memecahkan masalah yang nyata dan dialami oleh market yang besar. Solusi yang mereka siapkan haruslah masuk akal, dan juga terbukti memang solusi yang tepat. Saya pernah membahas hal ini di tulisan saya yang lain.

Sustainable, Scalable

Ini adalah syarat yang tak kalah pentingnya untuk sebuah startup akan menarik bagi VC.

Sustainable artinya bisnisnya berkelanjutan, akan berumur cukup panjang, dan bukan musiman. Bisnis yang hanya ada di musim durian, di musim pendaftaran mahasiswa baru, atau yang hanya akan bertahan 1-2 tahun ke depan adalah contoh bisnis yang tidak sustainable.

Sementara itu, scalableartinya bisnis tersebut bisa tumbuh hingga mencapai skala yang besar, namun prediksi pertumbuhan cost-nya lebih landai daripada pertumbuhan pendapatannya (di masa kini ataupun di masa depan). Sebagai contoh, bisnis yang berbasis project bukanlah bisnis yang scalable, karena cost bertumbuh sejajar dengan besarnya revenue yang (akan) didapat.

Founders

Semua hal tersebut di atas, akan sangat ditentukan oleh kemampuan founder untuk merencanakan dan mengeksekusi. Founder seharusnya lebih dari satu orang, idealnya antara 2-4 orang.

Founder minimal ada dua orang dengan skill berbeda, yaitu pengembangan produk/teknologi dan pengembangan bisnis. Founder hanya satu orang terlalu berisiko karena bila founder mengalami sesuatu seperti sakit atau kegalauan – yes, I am not kidding about it – maka jalannya startup bisa sangat terganggu tanpa bisa ada penyeimbang dari founder yang lain.

Terlalu banyak founder juga tidak ideal, karena bisa menimbulkan kerumitan dalam mengambil keputusan serta banyak menimbulkan masalah di masa depan terutama terkait ketimpangan kontribusi dari mereka seiring pertumbuhan perusahaan.


Guest postini merupakan publikasi ulang tulisan di blog pribadi Andrias dengan izin dan telah melalui penyuntingan.

Andrias Ekoyuono adalah VP Business Development Ideosource Venture Capital. Ia bisa dikontak di andrias [at] gmail [dot] com

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter

Thank you for Reading DailySocial.id

Starting at less than Rp 5.000/Day. You get unlimited access to DailySocial.id