1. Startup

Cakap Hadirkan Kursus Bahasa Mandarin untuk Anak, Dilengkapi Augmented Reality Besutan AR&Co

Gunakan aplikasi ISeeAR yang bisa tampilkan konten AR di aplikasi konferensi seperti Zoom atau Google Meet

Startup edutech Cakap hari ini (10/2) memperkenalkan fitur terbarunya "Cakap Mandarin for Kids". Hal unik yang turut disematkan dalam layanan pembelajaran bahasa Mandarin untuk anak tersebut, mereka turut menyuguhkan konten interaktif berbasis augmented reality (AR). Proses pembelajaran dilakukan menggunakan metode pengajaran langsung (live tutoring) yang menghubungkan anak dengan penutur bahasa Mandarin profesional.

Dalam menghadirkan konten AR tersebut, Cakap bekerja sama dengan AR&Co, sebuah startup teknologi yang fokus dalam pengembangan konten digital berbasis AR dan VR (virtual reality). Adapun platform yang diintegrasikan adalah ISeeAR, yang baru diluncurkan oleh AR&Co belum lama ini. Fitur yang ditawarkan aplikasi IseeAR memberikan solusi dengan menghadirkan aneka objek tiga dimensi yang bisa dilihat langsung secara detail dan imersif dalam video conferencing via Zoom, Google Meet, dan lainnya.

"Anak-anak membutuhkan objek nyata dalam belajar karena konsep abstraknya belum berkembang. Hal ini semakin penting dalam bahasa yang memiliki acuan piktograf seperti Mandarin. Penggunaan teknologi AR akan mampu menjembatani kebutuhan belajar anak akan realia sehingga pembelajaran semakin efektif," ujar Course Manager Cakap Yoshua Yanottama.

"Kami percaya melalui kerja sama dengan Cakap dengan membawa teknologi digital reality dari ISeeAR akan memberi solusi dalam aneka tantangan dalam interaksi daring, bahkan menciptakan bentuk interaksi baru yang dalam dunia nyata belum ada sehingga dapat menumbuhkan semangat belajar bahasa Mandarin bagi anak hingga orang tua untuk tetap melaksanakan kewajiban dalam menuntut ilmu," kata General Manager AR&Co Juliwina.

Setelah bahasa Inggris, Mandarin memang menjadi berikutnya untuk bahasa asing yang banyak diminati. Menurut data Kementerian Pendidikan Tiongkok, saat ini kurang lebih ada 490 pelajar internasional yang menimba ilmu di sana. Selain itu, tidak dimungkiri banyak sekali perusahaan global yang memiliki basis utama di Tiongkok, termasuk raksasa teknologi seperti Alibaba atau Tencent.

Selain Cakap, sudah ada penyedia layanan lain yang juga menggarap layanan yang sama. Terbaru startup asal Singapura, LingoAce, resmikan kehadiran di Indonesia setelah membukukan pendanaan seri A+ yang dipimpin Sequoia India. LingoAce menyediakan platform belajar bahasa Mandarin virtual untuk anak usia 4-15 tahun dengan tutor yang telah tersertifikasi.

Pertengahan Juli 2020 lalu, Cakap memperluas cakupan pembelajaran mereka lewat layanan UpSkill. Fokusnya pada konten seperti kewirausahaan, pengembangan karier, dan pengembangan diri. Mereka menerapkan sistem modul base dan topic base, sehingga pengguna bisa memilih isu, topik, dan paket yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

More Coverage:

Akhir Desember 2020, Cakap juga mengumumkan pendanaan seri A+ senilai 42,5 miliar Rupiah, dipimpin oleh Heritas Venture Fund. Bagi Cakap, pandemi ini dipandang sebagai momentum baik untuk memperkenalkan model pendidikan online secara lebih mendalam.

Sepanjang tahun 2020, mereka mengklaim mengalami pertumbuhan hingga 10x lipat. Per tahun 2020, aplikasi Cakap di Google Play Store sudah diunduh ratusan ribu kali; sementara menurut data Similar Web, kunjungan ke situs Cakap.com terpantau terus mengalami pertumbuhan, dari 550 ribu kunjungan di bulan Juni 2020 menjadi 1,35 juta kunjungan di akhir November 2020 ini.

Application Information Will Show Up Here