1. Startup

Andalkan Sinergi Grup, MPM Garap Platform E-commerce Mobil Bekas “OtoDeals”

Berbentuk e-commerce B2C, belum memungkinkan penjual individu menjual kendaraan lewat OtoDeals

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), melalui anak usahanya PT Armada Maha Karya, meresmikan platform e-commerce mobil bekas OtoDeals. Keyakinan MPM cukup tinggi untuk terjun ke bisnis digital mengingat tingginya permintaan masyarakat terhadap solusi mobil bekas selama pandemi belakangan.

Group COO MPMX Ivan Hindarko mengatakan, saat ini sebagian besar peminat mobil juga cenderung mempertimbangkan investment value dan kondisi finansialnya, sehingga lebih memilih mobil bekas, namun tentunya yang berkualitas dan terjamin kualitasnya. Dengan pengalaman MPM Group di bidang otomotif selama 34 tahun, menjadi bekal terbaik untuk memberikan pelayanan terbaik untuk konsumennya.

“OtoDeals menawarkan platform yang memberikan kenyamanan karena seluruh prosesnya dilakukan secara online, mulai dari test drive, mengajukan kredit asuransi, dan pengiriman mobilnya. Selain itu, OtoDeals akan memfasilitasi seluruh sinergi antar anak usaha di bawah MPM Group,” terang dia, Kamis (22/9).

Berdasarkan data Gaikindo, rasio kepemilikan mobil di Indonesia saat ini masih terbilang rendah ketimbang negara lainnya di Asia Tenggara, yaitu mencapai 99 unit per 1.000 penduduk. OtoDeals meyakini dapat membantu dan memberikan akses bagi masyarakat untuk bisa mendapatkan mobil yang sesuai dengan budget dan kebutuhan, namun tetap berkualitas.

Sebagai unique selling point dibandingkan kompetitornya, OtoDeals ditunjang dengan berbagai fitur. Mulai dari transparan dengan kualitas untuk detail kondisi, serta kelengkapan surat yang telah melalui proses seleksi dan quality control yang ketat; pengalaman sepenuhnya online untuk pencarian cepat dengan membandingkan empat mobil bekas sekaligus dalam satu waktu, booking test drive, dan free home delivery.

Kemudian, fitur pintar yang dilengkapi dengan Robo Advisory “Otobo” untuk memberikan solusi kepemilikan mobil dengan berorientasi pada kebutuhan masing-masing konsumen. Otobo akan mengumpulkan dan mengolah informasi calon konsumen berdasarkan data demografi, piskografis, termasuk situasi keuangan dan tujuan masa depan melalui survei singkat yang diakses melalui situs OtoDeals.

“Dengan menggunakan data tersebut, Otobo akan menemukan, menawarkan, dan memberikan rekomendasi unit mobil yang berorientasi pada kebutuhan masing-masing pelanggan, sehingga pencarian mobil menjadi lebih mudah dan cepat, serta lebih personal.”

Fitur lainnya yang dihadirkan untuk memaksimalkan kemudahan bagi konsumen saat akan bertransaksi adalah negosiasi online, pengajuan kredit online yang bisa dilakukan langsung lewat situs, dan kalkulator asuransi yang bisa membantu konsumen mencoba dan menghitung biaya asuransi.

“Kami menargetkan pengguna OtoDeals datang dari kalangan milenial, makanya UI/UX kami buat sangat milenial. Kami ingin adaptif dengan kondisi saat ini,” kata Ivan.

Persaingan dengan startup

Sejauh ini OtoDeals berbentuk situs e-commerce B2C yang memungkinkan konsumen untuk membeli mobil bekas berdasarkan stok yang tersedia di MPMX. Namun tidak menutup kemungkinan untuk masuk sebagai marketplace C2C dalam pengembangan berikutnya.

“Kami aware dengan banyak demand orang rata-rata membeli mobil bekas itu perlu me-replace [jual] mobil mereka sebelumnya. Nanti dari tim produk akan mengakomodasi kebutuhan tersebut, meski tidak sepenuhnya marketplace C2C,” tutur Product Team MPMX Rama Pradipta dalam wawancara terpisah bersama DailySocial.id.

Fitur lainnya yang sedang dikembangkan adalah Titip Jual dan Tukar Tambah. Menurut Rama, sebelum fitur tersebut dirilis, sementara ini OtoDeals bekerja sama dengan salah satu anak usaha MPM Group, Auksi, untuk fitur Titip Jual. Setelah kontrol kualitas, unit barang akan masuk ke dalam stok OtoDeals.

Solusi OtoDeals memang bukan yang pertama kali hadir di Indonesia. Sejumlah pemain baik dari korporasi maupun startup ikut masuk ke kolam yang sama, di antaranya OLX Autos, Mobil123, Carmudi, Carro, Momobil, Otonesia, Carsome, hingga Astra dengan mo88i yang baru dirilis pada hari ini (23/9).

Dengan segala strategi, termasuk bakar uang yang identik dilakukan oleh mayoritas startup, menjadi perhatian serius bagi manajemen OtoDeals agar dapat menarik pasar.

More Coverage:

Kendati begitu, Senior Manager Marketing MPMX Nurfadilah mengaku tidak akan mengikuti strategi tersebut. Baginya, pelayanan yang optimal dan terus adaptif dengan perkembangan baru adalah kunci yang lebih awet untuk rencana berkelanjutan.

“Kita lebih meningkatkan kualitas dan berusaha mengembangkan partnership dengan berbagai mitra. Kami selalu melihat kebutuhan konsumen lalu membuat fitur-fitur yang bisa membuat mereka lebih “sticky” dengan kami,” kata dia.

Meskipun berada di bawah induk korporasi besar, sambungnya, OtoDeals dijalankan dengan menganut konsep startup yang agile terhadap perkembangan. Sehingga segala inovasi dapat berjalan lebih cepat sesuai dengan tren. Untuk tim teknologi sendiri juga berasal dari internal perusahaan dengan proporsi yang lengkap.

Dia menuturkan, keseriusan MPMX untuk masuk ke OtoDeals sudah dimulai sejak akhir tahun lalu, melalui berbagai riset pasar dan pengembangan produk yang mendalam. “Sejak awal kita berusaha untuk memberikan kemudahan akses pelanggan yang ingin beli mobil sesuai dengan budget. Dari situ kami berangkat mengembangkan produknya,” tutupnya.