Profesi copywriter merupakan salah satu ujung tombak kreativitas berbagai industri. Kendati dituntut untuk memiliki kreativitas yang tinggi, tidak jarang para copywriter harus menghadapi pekerjaan repetitif sehari-harinya, semisal menuliskan frasa yang sama berulang kali untuk berbagai produk.

Kalau belajar dari pengalaman, kita semua tahu bahwa mesin atau robot merupakan kandidat yang paling tepat untuk beragam pekerjaan repetitif, dan copywriting pun tidak luput dari itu. Sebagai buktinya, Alibaba melalui divisi pemasaran digitalnya, Alimama, baru saja meluncurkan alat copywriting berbasis teknologi kecerdasan buatan.

AI Copywriter, demikian nama resminya, mengandalkan perpaduan teknologi deep learning dan natural language processing untuk mempelajari segudang contoh tulisan yang ada di situs e-commerce kepunyaan Alibaba, spesifiknya Tmall dan Taobao. Untuk menggunakannya, perusahaan atau pengiklan hanya perlu mencantumkan tautan produk dan memilih dari sederet opsi yang dihasilkan oleh sistem ini.

Alimama mengklaim bahwa AI Copywriter rancangannya telah berhasil melewati Uji Turing, serta sanggup menghasilkan sekitar 20.000 contoh teks pemasaran dalam waktu satu detik saja. Selain jumlah kata, gaya penulisannya pun juga bisa disesuaikan, apakah yang bersifat promosional, fungsional, atau bahkan yang terkesan puitis.

Sejauh ini sudah ada dua brand fashion ternama yang memanfaatkan AI Copywriter, yakni Esprit dan Dickies. Di samping itu, Alimama juga bilang bahwa teknologi ini telah digunakan lebih dari satu juta kali dalam sehari oleh para pedagang dan pemasar di situs-situs seperti Taobao, Tmall, Mei.com dan 1688.com.

Contoh tulisan hasil AI Copywriter di situs e-commerce Alibaba / Alibaba
Contoh tulisan hasil AI Copywriter di situs e-commerce Alibaba / Alibaba

Lalu yang mungkin menjadi pertanyaan terpenting adalah, jika Anda berprofesi sebagai copywriter, apakah ini pertanda tamatnya karir Anda? Tidak, sebab semua konten yang dihasilkan oleh AI Copywriter sebenarnya mengacu pada berbagai konten berkualitas yang dibuat oleh manusia.

Christina Lu, General Manager Alimama Marketing, mengatakan lewat siaran pers bahwa kreativitas manusia masih menjadi landasan bagi teknologi ini dikarenakan mesin tidak akan mampu menggantikan kreativitas seseorang. Sederhananya, AI Copywriter ini diciptakan justru untuk meningkatkan efisiensi kerja profesi copywriter, terutama untuk bagian-bagian repetitif seperti dalam proses revisi misalnya.

Jadi ketimbang harus menuliskan baris demi baris teks, fungsi copywriter bisa bergeser menjadi memilih opsi terbaik yang dihasilkan oleh sistem ini. Singkat cerita, peran manusia masih dibutuhkan di bidang copywriting. Anggap saja mereka naik pangkat menjadi supervisor selaku pemegang keputusan final, dengan anak buah yang bisa bekerja dengan sangat cepat.

Alibaba smart banner tool

Masih di seputar pemasaran, Alimama juga punya tool lain yang berfungsi untuk memudahkan proses desain spanduk digital secara cepat dan cerdas. Berbekal aset visual dan teks yang sudah ada, sistem dapat menghasilkan berbagai format dengan proporsi gambar yang bervariasi, semuanya semudah melakukan cropping gambar.

Tim desain sejatinya tinggal menentukan seberapa besar bidang spanduknya, maka sistem yang akan menyesuaikan proporsi kontennya. Berkaca pada cara kerja yang sama, Alibaba juga memanfaatkannya untuk merancang tool penyunting video, di mana brand bisa menggunakannya untuk menciptakan video promosional berdurasi 20 detik dalam waktu kurang dari satu menit.

Sumber: Alizila.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.