Categories

Listicles

Berkenalan Dengan "Brand Awareness", Cara Ampuh Raih Pengakuan Dari Pelanggan

Bagaimana cara meningkatkan brand awareness dalam bisnis online?

Asti - 10 January 2022

Pernahkah kamu terpikir terhadap suatu brand saat mendengarkan tagline atau melihat logonya saja? Atau menyebut sebuah brand dengan menyebutkan nama brand lain? Seperti, menyebut pasta gigi dengan sebutan Odol, atau air mineral kemasan dengan sebutan Aqua. Jika benar, sepertinya kamu sudah aware dengan produk tersebut.

Aware atau sadar yaitu ketika kamu tahu dan ingat akan sesuatu. Hal ini juga berlaku pada sebuah brand, lho. Saat kamu bisa mengetahui sebuah brand hanya dari jingle atau logonya saja, berarti kamu sudah aware terhadap brand tersebut.

Perkembangan teknologi dapat memunculkan inovasi baru dan bisa diimplementasikan menjadi sebuah bisnis. Berdasarkan data yang dirilis oleh GEM Global Report, 100 juta bisnis diluncurkan setiap bulannya, artinya ada sekitar 11 ribu startup yang hadir setiap jam. Besarnya jumlah tersebut semakin menandakan sempit persaingan dan peluang bagi startup untuk tampil. Oleh karena itu, setiap perusahaan akan bersaing untuk mendapatkan hati pelanggan dan calon pelanggan mereka. Salah satu caranya yaitu membuat calon pelanggan aware terhadap brand yang dimiliki.

Brand Awareness

Aware atau sadar terhadap sebuah brand disebutkan dalam istilah “Brand Awareness” atau kesadaran terhadap sebuah merek. Brand awareness merupakan kemampuan seorang pelanggan (atau calon pelanggan) untuk mengingat (recognize) atau mengenali (recall) suatu merek tertentu atau iklan tertentu secara spontan atau dipicu dari sebuah kata kunci. Misal, jingle, logo, atau tagline dari merek tersebut.

Brand awareness juga akan menunjukkan pengetahuan pelanggan terhadap eksistensi sebuah brand.

Brand Awareness sendiri memiliki beberapa tingkatan, mulai dari paling bawah (tidak menyadari brand) hingga tingkat tertinggi (Top of Mind). Adapun tingkatan aware terhadap sebuah merek, yaitu:

1. Unware of Brand (tidak menyadari brand)

Merupakan tingkatan paling bawah dimana pelanggan atau calon pelanggan tidak menyadari brand tersebut.

2. Brand Recognition (pengenalan brand)

Pada tingkatan ini, pelanggan dikenalkan dengan sebuah brand dan mulai menyadari setelah diberikan pemicu sebagai bantuan (aided recall).

3. Brand Recall (pengingatan kembali brand)

Tingkatan ini, pelanggan bisa mengingat sebuah brand tanpa bantuan (unaided recall).

4. Top of Mind (puncak pikiran)

Tingkatan ini merupakan tingkatan paling atas dalam brand awareness. Pelanggan akan selalu mengingat sebuah brand dan brand yang disebutkan pertama kali adalah brand yang selalu diingat dan merupakan brand utama yang ada di pikiran pelanggan.

Peran dan Manfaat Brand Awareness

Saat pelanggan sadar (aware) terhadap suatu brand maka pelanggan akan memunculkan rasa suka dan percaya. Pelanggan biasanya akan membeli atau menggunakan sebuah produk yang sudah akrab di telinga mereka.

Adapun manfaat dari meningkatkan Brand Awareness yaitu:

1. Pelanggan akan mengingat brand

Saat sebuah brand dapat mencapai brand awareness, maka pelanggan secara cepat akan mengetahui brand tersebut. Hanya melihat logo, warna, tagline, atau mendengarkan jingle brand tersebut.

2. Loyalitas pelanggan menjadi lebih tinggi

Saat sebuah brand sudah mencapai Top of Mind, maka pelanggan akan lebih memilih brand tersebut dibandingkan brand lain, sehingga pelanggan menjadi lebih loyal.

3. Brand Awareness lebih dari Word of Mouth

Promosi sebuah brand atau produk melalui word of mouth dapat meningkatkan penjualan sebuah produk, tetapi saat sebuah brand sudah mendapatkan brand awareness, maka akan lebih baik lagi. Saat brand tersebut sudah berada di Top of Mind, maka semua orang sudah mengenalnya. Jadi, perusahaan tidak perlu mengeluarkan effort yang lebih besar untuk promosi.

4. Efektivitas iklan menjadi lebih tinggi

Saat sebuah brand tersebut membuat produk baru atau membuat sebuah iklan, pelanggan akan aware. Karena brand tersebut sudah kuat dan mendapatkan hati para pelanggan, maka pelanggan akan menjadi tertarik akan produk yang diiklankan.

5. Sensitivitas harga menjadi lebih rendah

Saat sebuah brand sudah melekat di benak dan hati pelanggan, mereka dengan senang hati mengeluarkan budget untuk membeli produk dari brand tersebut. Mereka tidak akan memikirkan semahal apa produk tersebut. Sehingga, ini akan meningkatkan penjualan dari brand tersebut.

Brand Awareness dalam Bisnis Online

Selain penting bagi bisnis konvensional, brand awareness juga dibutuhkan dalam bisnis online, lho. Sebagai pelaku bisnis online, penggunaan internet menjadi salah satu cara efektif dalam meningkatkan brand awareness. Selain promosi melalui media sosial, pemanfaatan SEO bisa diterapkan.

Beberapa bisnis online membuka toko mereka di media sosial, seperti Instagram atau Facebook. Untuk menjangkau kesadaran orang akan toko tersebut, maka pemilik toko harus memperhatikan popularitas toko atau produk mereka.

Popularitas atau kepopuleran merupakan tolak ukur apakah sebuah produk atau toko dapat dikenali oleh banyak orang. Brand awareness dan popularitas produk atau toko saling berkaitan. Saat produk kamu sudah diketahui dan disadari oleh banyak orang, maka secara tidak langsung produk dan toko kamu akan populer dan banyak dibicarakan oleh orang-orang. Begitu juga, saat toko atau produk kamu sudah populer, maka orang-orang akan sadar akan brand kamu. Untuk menjadikan produk atau toko kamu populer bisa dengan meningkatkan brand awareness.

Cara Meningkatkan Brand Awareness

Terdapat beberapa cara untuk meningkatkan brand awareness, terutama pada bisnis online, diantaranya:

1. Membuat Storytelling

Pelanggan akan menyukai pemasaran produk dengan menggunakan storytelling. Orang-orang akan menyukai cerita yang menarik. Saat mendengar cerita menarik, orang akan menjadi penasaran dengan brand tersebut.

2. Memanfaatkan SEO

Dengan memanfaatkan SEO, konten yang dibuat oleh brand tersebut bisa mendapatkan peringkat tinggi di halaman hasil pencarian seperti di Google dan Bing. Jika kamu ingin produk kamu diketahui banyak orang, maka kamu bisa membuat konten yang diposting dengan memperhatikan kata kunci yang sering dicari.

3. Kerja sama sponsor

Menjadi sponsor suatu acara dapat membuat orang aware terhadap brand tersebut. Biasanya dalam suatu event, brand yang menjadi sponsor acara akan disebutkan terus menerus dan ditampilkan di spanduk, backdrop, poster, hingga after movie event. Strategi ini bisa menjadi salah satu strategi yang ampuh untuk meningkatkan brand awareness.

4. Social media branding

Brand bisa aktif dalam mempromosikan produk mereka melalui media sosial. Tetap memposting konten yang bersangkutan dengan produk bisa memberikan impresi kepada orang yang terpapar konten tersebut. Semakin sering dan teratur membuat postingan, maka kesadaran orang-orang akan brand tersebut menjadi semakin tinggi.

5. Penggunaan Influencer Marketing

Dari artikel DailySocial sebelumnya mengenai Mengenal Metode Pemasaran “Influencer Marketing”, disebutkan bahwa penggunaan influencer marketing efektif untuk meningkatkan brand awareness. Karena influencer merupakan trendsetter, maka orang-orang dan pengikut mereka akan tertarik terhadap produk yang dipromosikan. Tingkat kepercayaan para pengikut influencer tersebut memiliki nilai yang tinggi, sehingga mereka akan kenal dan bisa menjadi pelanggan brand tersebut.

Itulah penjelasan mengenai brand awareness, manfaat brand awareness, dan cara meningkatkan brand awareness. Berbagai cara dapat digunakan untuk membuat orang aware (sadar) akan produk dan brand yang kita miliki. Bagaimana dengan brand atau produk kamu? Sudah mendapatkan aware dari pelanggan kah?


Disclosure: Artikel ini ditulis oleh Masni Rahmawatti. S

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter