BRI Ventures Tunjuk Nicko Widjaja sebagai CEO, Kelola Dana Investasi hingga 3,5 Triliun Rupiah

BRI Ventures Tunjuk Nicko Widjaja sebagai CEO, Kelola Dana Investasi hingga 3,5 Triliun Rupiah

Bidik startup yang bergerak di ekosistem fintech yang tengah dalam tahap pertumbuhan
BRI Ventures ingin turut serta dalam meningkatkan pertumbuhan fintech nasional
BRI Ventures ingin turut serta dalam meningkatkan pertumbuhan fintech nasional

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) secara resmi mengumumkan peluncuran corporate venture capital (CVC) mereka BRI Ventures (BV). Dalam debutnya akan mengelola dana senilai $250 juta atau setara dengan 3,5 triliun Rupiah untuk diinvestasikan ke startup.

Fokusnya pada startup yang sedang di tahap growth dan late-stage –setara dengan seri A ke atas. Terkait lanskapnya disebutkan masih seputar fintech, khususnya yang fokus pada peningkatan ekosistem konsumen masa kini.

BRI juga telah menunjuk Nicko Widjaja untuk menjadi CEO. Sementara di MDI Ventures, ia kini bertindak sebagai advisor. Penggantinya sebagai CEO MDI Ventures baru akan diumumkan pada pertemuan pemegang saham berikutnya. Selain Nicko, Head of Investment MDI Ventures William Gozali juga turut ditarik ke BV, menjabat sebagai VP of Investments.

Menurut pengumuman sebelumnya, korporasi telah mengeluarkan $100 juta kepada BV untuk memulai operasional. Termasuk melakukan manuver untuk terhubung dengan pihak-pihak yang dinilai dapat terlibat dalam transformasi fintech nasional.

Dengan angka yang dijabarkan, bisa dibilang BV punya dana ventura terbesar untuk yang berbasis di Indonesia.

“…disrupsi digital itu nyata dan tidak ada industri yang kebal terhadapnya. Kami tertinggal lima tahun dalam hal perusahaan yang menjelajah kawasan ini (investasi di industri digital), sehingga kecepatan dan eksekusi cepat adalah kunci untuk mempelajari tentang apa yang sebenarnya akan terjadi dalam permainan ini,” ujar Nicko.

Tesis BRI Ventures tentang kriteria startup

Secara lebih spesifik mengenai sektor fintech seperti apa Nicko bercerita. Sejauh ini tren yang bertumbuh adalah optimasi bisnis offline dengan teknologi. Sebagai contoh kehadiran Warung Pintar, Fore Coffe, Payfazz dan lain-lain. Ia pun mempercayai, lewat BV akan banyak sektor yang akan didukung melalui kanal dan eksostem fintech, mulai dari ritel, pendidikan, hingga kesehatan.

Sebelumnya dalam wawancara bersama DailySocial saat peresmian kantor MDI di Singapura Nicko menjelaskan tentang strateginya menyukseskan bisnis ventura. Saat ini Asia Tenggara tengah mendapatkan momentum lonjakan investasi, sementara para investor butuh “konsultan” untuk memahami ekosistem di sini. Yang ia praktikkan bersama MDI adalah memberikan pengetahuan komprehensif kepada para pemilik dana, sembari mentransfer keterampilan yang relevan di pangsa pasar.

Tahun 2018 menjadi momentum penting bagi corporate venture. Sepanjang tahun tersebut tercatat 2740 transaksi CVC yang menyumbang nilai investasi (yang diumumkan) $53 miliar untuk startup digital. Sementara Asia mendapatkan porsi 38% dari total nilai investasi.

Sama-sama dalam dinakhodai Nicko Widjaja, BV akan difokuskan untuk mengerahkan investasi di tahap pendanaan seri A dan seterusnya, sementara MDI Ventures akan mencari kesepakatan yang lebih matang dengan fundamental yang lebih kuat.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Berita
Artikel Populer
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…