Categories

Berita

Halodoc Angkat Aldi Haryopratomo Jadi Dewan Penasihat, Ungkap Ambisi Ekspansi Regional

Halodoc memiliki 18 juta pengguna bulanan, dengan angka unduhan naik dua kali lipat

Marsya Nabila - 1 March 2021

Startup healthtech tumbuh subur selama pandemi karena meningkatnya awareness masyarakat terhadap kesehatan. Halodoc sebagai salah satu pemain di industri ini turut memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana bisnis yang akan dilakukan pada tahun ini.

Dalam kesempatan yang sama, perusahaan juga mengangkat Aldi Haryopratomo sebagai bagian dari Board of Advisor. Sebelumnya, Aldi merupakan CEO Gopay dan Founder Mapan, saat ini juga menjabat sebagai komisaris di eFishery.

Seperti diketahui, Gojek merupakan investor awal dari Halodoc, saat ini layanan telemedicine-nya juga sudah diintegrasikan ke dalam aplikasi ride-hailing tersebut. Begitu pun eFishery, lengan investasi Gojek memimpin pendanaan seri B mereka.

Kehadiran Aldi dengan wawasannya di industri fintech pembayaran untuk segmen mikro diharapkan dapat memberi banyak masukan kepada Halodoc untuk pengembangan berikutnya. Semisalnya, pengalaman Aldi saat mengembangkan layanan keuangan Gopay ke negara-negara di mana Gojek ekspansi.

Pasalnya, Co-Founder & CEO Halodoc Jonathan Sudharta menuturkan, kini Halodoc juga berambisi untuk ekspansi regional, membawa hasil pembelajaran dari Indonesia untuk negara yang disasar. Belum ada informasi lebih lanjut kapan rencana tersebut dapat terealisasi.

Ia bilang, dirinya dan Aldi sudah mengenal semenjak remaja. Dari awal ia mulai merintis Halodoc pada empat tahun lalu, Aldi menjadi salah satu rekan diskusi rutin yang banyak memberikan masukan. “Bergabungnya Aldi sebagai bagian keluarga besar Halodoc akan memperkuat misi Halodoc dalam menjembatani akses kesehatan bagi lebih banyak masyarakat Indonesia,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3).

Turut menambahkan terkait ekspansi, Aldi berpendapat bahwa fintech dan kesehatan adalah industri yang saling mirip, baik itu karena penuh regulasi dan tiap negara punya regulasi yang berbeda-beda. “Tapi keduanya punya potensi yang menarik. Yang terpenting fondasi harus kuat, mencari tim lokal yang mengerti bagaimana bisa mengembangkan startup di lokasi tersebut,” kata Aldi.

Pencapaian bisnis Halodoc dan tren pengguna

CMO Halodoc Dionisius Nathaniel menjelaskan, perusahaan banyak melakukan adaptasi sepanjang tahun lalu, mengingat awareness masyarakat terhadap layanan seperti Halodoc meningkat. Dirunut dari awal Maret 2020, Halodoc memulainya dengan menambah suplai kemitraan dengan dokter untuk layanan telemedicine, hingga kini jumlahnya telah mencapai lebih dari 20 ribu dokter umum dan spesialis.

“Di bulan yang sama kami berinisiatif untuk meluncurkan AI chatbot untuk mengecek risiko Covid-19. Traction-nya cukup baik ada 12 juta orang yang sudah pakai ini,” tuturnya.

Bulan berikutnya, Halodoc meluncurkan fasilitas drive thru rapid test di berbagai lokasi dan membuat janji untuk tes Covid-19. Memasuki kuartal III 2020, perusahaan menambah jumlah psikolog hingga 200 orang karena mendapati tingginya permintaan konsumen untuk berkonsultasi ke psikiater, yang kemungkinan disebabkan sulitnya menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi.

Lalu, pada kuartal terakhir menambah fitur konsultasi Dokter Hewan. Dion mengungkapkan fitur terakhir ini berhasil tumbuh secara organik meski perusahaan tidak melakukan kegiatan pemasaran. Di samping itu, menambah rangkaian fitur wellness seperti kalender kehamilan, kalender menstruasi, kalkulator BMI, dan pengingat obat.

Dari keseluruhan inovasi tersebut, Halodoc berhasil meningkatkan jumlah pengunduh hingga dua kali lipat secara yoy. Terdapat 18 juta pengguna aktif bulanan dan trafik dari pembaca artikel juga naik dua kali lipat. Mayoritas pengguna ini datang dari kota besar, seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan Surabaya.

Dari segi umur, kebanyakan mereka berada di kelompok usia 21-20 tahun, dengan komposisi perempuan 60% daripada laki-laki 40%. Adapun, layanan Halodoc yang paling banyak digunakan adalah telekonsultasi (naik 10x lipat), toko kesehatan (5x lipat), dan buat janji (3x lipat).

Adapun jumlah tes Covid-19 yang sudah difasilitasi Halodoc mencapai lebih dari 600 ribu tes, mayoritas masyarakat memilih swab antigen ketimbang tiga jenis tes Covid-19 lainnya (rapid antibodi, PCR, dan serologi). Sementara itu, jumlah mitra rumah sakit dan apotek kini sudah lebih dari 4 ribu mitra, lebih dari 20 ribu dokter umum dan spesialis, dan 22 penyedia asuransi.

Dari seluruh pencapaian ini, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesai Halodoc, misalnya persebaran pengguna yang masih di kota besar dan kelompok usia di generasi milenial. Padahal, bila diamati layanan kesehatan ini sebenarnya juga dibutuhkan oleh para orang tua.

“Ini jadi tantangan bagi kami bagaimana memperluas akses kesehatan karena secara umum masih banyak masyarakat yang belum terbiasa dengan layanan telekonsultasi,” kata Dion.

Oleh karena itu, edukasi perlu digencarkan dan kolaborasi dengan berbagai pihak akan dilanjutkan perusahaan untuk menciptakan lebih banyak dampak sosial yang lebih luas.

Application Information Will Show Up Here

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter