MSME Tutorial

Mengenal Istilah Turnover Karyawan, Jenis dan Penyebab

Penjelasan lengkap terkait pengertian, jenis, penyebab, dampak hingga cara mengatasi turnover karyawan pada perusahaan.

Dalam sebuah perusahaan, kondisi turnover karyawan atau keluar dan masuknya karyawan merupakan hal yang umum terjadi. Kondisi ini dapat menguntungkan sekaligus merugikan perusahaan.

Maka dari itu, penting bagi pihak perusahaan untuk mengenal istilah turnover karyawan agar memahami keuntungan sekaligus kerugiannya. Berikut penjelasan terkait pengertian, jenis, penyebab, dampak hingga cara mengatasi turnover karyawan pada perusahaan.

Apa Itu Employee Turnover?

Turnover karyawan atau sering disebut juga employee turnover adalah suatu kondisi adanya staf atau karyawan yang meninggalkan perusahaan atau resign dan posisinya digantikan dengan orang lain.

Kondisi turnover yang dialami perusahaan dapat menguntungkan sekaligus merugikan. Dapat menguntungkan, jka perusahaan mendapatkan karyawan pengganti yang lebih baik. Namun, jika sebaliknya, apalagi ketika turnover terlalu sering terjadi, maka perusahaan dapat merugi.

Jenis-jenis Turnover Karyawan

Ada dua jenis karyawan dalam kondisi turnover karyawan, berikut di antaranya:

Relawan atau Sukarela

Karyawan ‘relawan’ turnover adalah karyawan yang secara sukarela mengundurkan diri dari perusahaan dan memiliki alasan untuk hal tersebut. Alasannya dapat bermacam-macam, mulai dari memperoleh pekerjaan yang lebih baik, penawaran gaji yang lebih tinggi, ingin melanjutkan pendidikan, dan lainnya.

Non-relawan atau Terpaksa

Karyawan ‘non-relawan’ turnover adalah karyawan yang secara terpaksa meninggalkan perusahaan karena sebab tertentu yang berasal dari internal manajemen perusahaan. Penyebabnya bisa karena pemutusan hubungan kerja atau PHK yang dilakukan oleh pihak perusahaan atau penyebab yang lainnya.

Penyebab Terjadinya Turnover Karyawan

Employee Turnover dapat terjadi karena beberapa penyebab, di antaranya bisa jadi seperti sebagaimana berikut ini:

Karyawan Merasa Kurang Berkembang

Saat bekerja di suatu perusahaan, apalagi saat masih dalam masa adaptasi, karyawan akan menjadikan masa-masa kerja itu sebagai proses pembelajaran dan perkembangan diri. Jika perusahaan tak dapat memdukung karyawan dalam proses belajar dan berkembang itu, karyawan akan jenuh dan kehilangan gairah bekerja, sehingga memutuskan untuk resign.

Lingkungan Kerja yang Buruk

Lingkungan kerja yang buruk dapat membuat karyawan merasa tertekan. Tekanan itu dapat berasal dari manajer yang tidak menghargai pendapat karyawan hingga rekan kerja yang tidak ramah dan mendukung.

Sulit Terwujudnya Work Life Balance

Banyaknya penugasan kerja membuat jam kerja semakin panjang. Akibatnya, karyawan sulit menyeimbangkan kehidupan, antara kehidupan di kantor dengan kehidupan pribadi di luar kantor. Hal ini berujung pada kinerja karyawan yang menurun hingga tidak nyaman bekerja, sehingga memutuskan untuk resign.

Dampak Turnover Karyawan bagi Perusahaan

Ketika perusahaan memiliki tingkat employee turnover yang tinggi, dampaknya akan memengaruhi banyak aspek dalam suatu perusahaan, di antaranya yakni:

Produktivitas Menurun

Saat employee turnover terjadi, pihak perusahaan akan memerlukan waktu untuk mencari pengganti karyawan. Selama belum mendapat pengganti, tingkat produktivitas karyawan lain menurun karena terbebankan oleh pekerjaan karyawan yang resign.

Profit Perusahaan Merosot hingga Merugi

Tingginya turnover karyawan dapat mengakibatkan banyak pekerjaan tidak terselesaikan dengan baik, sehingga berpengaruh pada jumlah keuntungan atau laba perusahaan. Selain itu, perusahaan juga perlu melakukan perekrutan dan pembayaran pesangon yang memakan banyak biaya, sehingga bisa menimbulkan kerugian.

Cara Mengatasi Kerugian Perusahaan Akibat Employee Turnover

Pada dasarnya, perusahaan tidak dapat mengatur rasa loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Namun, perusahaan setidaknya dapat melakukan upaya-upaya dalam meningkatkan rasa loyalitas itu, dengan memahami kebutuhan karyawan.

Perusahaan yang memahami kebutuhan karyawannya bisa menurunkan potensi kerugian akibat employee turnover yang terjadi. Beberapa hal yang bisa dilakukan  untuk menurunkan potensi tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Cari karyawan yang memiliki kemampuan tepat dan mampu mengikuti work flow
  • Bekali karyawan dengan pelatihan yang efektif.
  • Beri gaji dan fasilitas yang sesuai dengan beban kerja yang diberikan oleh perusahaan.
  • Pastikan jam kerja karyawan seimbang, beri hak cuti, serta beri gaji lembur bagi karyawan yang bekerja diluar jam kerja.
  • Pelihara lingkungan kerja yang sehat.
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter