Categories

BLOCKCHAIN

NOBI Bantu Maksimalkan “Passive Income” untuk Investor Kripto

Memiliki tiga produk unggulan, dinamakan Nobi Strategy, Savings, dan Staking

Marsya Nabila - 19 May 2021

Digandrunginya investasi aset kripto pada saat ini membuat celah masuknya pemain baru yang menawarkan proposisi berbeda, yakni memaksimalkan passive income dari aset kripto. Aplikasi NOBI mengambil pendekatan tersebut dengan mengedepankan sisi keamanan dan kemudahan.

Di bawah komando Lawrence Samantha sebagai Co-Founder & CEO, NOBI berupaya mendorong lebih banyak orang Indonesia bisa memiliki aset kripto dan memaksimalkan pendapatan pasif dari sana. Sebelumnya, NOBI merupakan sebuah platform staking yang bernama Honest Mining dengan token HNST.

“Di Amerika Serikat sekitar 5% populasinya yang sudah tersentuh oleh kripto, sementara di Indonesia baru 2%. Kami ingin membuat bagaimana supaya orang Indonesia agar tidak tertinggal dan ketika sudah punya [kripto], knows how to make the best of it. Enggak hanya didiamkan saja,” ujarnya dalam wawancara bersama DailySocial.

NOBI menyediakan tiga pilihan layanan, yaitu Strategy, Savings, dan Staking yang dapat dipilih menyesuaikan kebutuhan dan profil risiko investor. NOBI Strategy menyediakan pilihan strategi trading yang telah disusun dan dibuat oleh strategy maker profesional rekanan NOBI. Setiap strategi dioperasikan dengan sistem "Robo Trading" yang bekerja 24 jam secara otomatis.

“Sebelum diluncurkan ke publik, setiap strategi telah melalui tahap seleksi dan testing internal oleh tim NOBI untuk memastikan bahwa strategi tersebut layak diikuti dan dapat membantu pengguna NOBI.”

Sejumlah strategy maker yang telah bergabung di antaranya Nova Kapital, DB, dan Rabbit Jump. Minimal dana untuk bisa bergabung dimulai dari 0,001 BTC dan 25 USDT.

Berikutnya, NOBI Savings untuk tipe investor yang moderat tetapi ingin mendapatkan profit menarik dalam menabung aset kripto. Caranya melalui meminjam aset kripto (lending). Selayaknya menabung deposito di bank konvensional dan mendapatkan profit tanpa dihantui kerugian. Produk ini dapat dimanfaatkan dengan nominal mulai dari $10.

Lawrence menuturkan, NOBI bekerja sama dengan lendingprotocol ternama di industri kripto yang telah teraudit, seperti AAVE, CREAM, dan Compound. Yang mana setiap lending yang dilakukan melalui lendingprotocol ini memiliki jaminan untuk menjamin tidak terjadi gagal bayar. “Kripto lending ini secured loan yang memiliki collateral, sehingga enggak akan terjadi default.”

Terakhir, NOBI Staking kini mulai populer sebagai alternatif mendapatkan passive income. Ia memiliki risiko paling rendah dibandingkan trading, mining, ataupun lending. NOBI Staking memberikan pilihan koin terbaik di pasar untuk investor yang ingin mendapatkan passive income dengan menjadi validator di proyek koin.

Mengusung konsep Proof of Stake (PoS), investor cukup memiliki sejumlah koin yang ingin digabungkan ke masternode atau node untuk menjadi validator sebagai bagian dari shared pool NOBI Staking. Investor akan menikmati reward yang dibagikan.

Tiga layanan NOBI / NOBI

Lawrence mengaku selama enam bulan terakhir, semenjak antusiasme investor kripto melonjak, turut berpengaruh kepada kinerja perusahaan. Meski tidak dirinci lebih jauh, total dana kelolaan NOBI terus tumbuh double digit setiap bulannya. Ia ingin perusahaan setidaknya dapat menjaga kinerja tersebut sampai akhir tahun ini.

Adapun, produk NOBI yang paling banyak digunakan oleh pengguna adalah NOBI Saving. “Produk Saving ini banyak menarik pengguna karena proposisinya simpel, mulai dari kripto dolar (USDC Coin/USDC) banyak gain dari sana.”

Belum diregulasi dan tantangan lainnya

Menurutnya, pamor investasi aset kripto di Indonesia masih dapat tumbuh lebih pesat pada beberapa tahun mendatang. Bicara kapitalisasi pasar kripto pada awal April ini tembus ke angka $2 triliun, tertinggi sepanjang sejarah. Bitcoin masuk sebagai mata uang kripto dengan kapitalisasi terbesar pertama, setelah Ethereum.

Di Indonesia sendiri, jumlah investor kripto disebutkan sudah melebihi jumlah investor saham. Merujuk dari KSEI, per akhir Maret 2021, jumlah investor saham ritel tercatat mencapai 2,17 juta. Sementara, Indodax sebagai pemain kripto terbesar di Indonesia tercatat memiliki 3,2 juta anggota.

“Indonesia sering dibilang negara yang gampang menerima teknologi baru. Kripto termasuk salah satunya, jadi saya lihat ini bukan suatu masalah. Dari sisi regulasi pun, meski belum sematang negara tetangga, menunjukkan arah yang mendukung perkembangan industri.

“Regulator kita itu reseptif, sebab mereka itu kan selalu melihat dari dua sisi. Bagaimana tetap menjaga keamanan buat masyarakat dan mencari mana yang bisa menjadi sumber pemasukan bagi negara. Seperti wacana untuk membuat bursa, itu cukup baik buat industri.”

Ia pun memberi catatan kepada Bappebti, selaku regulator di industri kripto agar tetap menjaga regulasi tetap adaptif dengan perkembangan industri yang cepat. “Kalau ada pemain baru dengan potensi koin yang bagus, seberapa cepat regulasi kita bisa menerima itu. Jangan sampai harus menunggu 1 tahun.”

Saat ini NOBI sudah terdaftar sebagai anggota dari Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI). Terkait tercatat di Bappebti, Lawrence menyebut regulasi dari Bappebti sejauh ini baru memberi mandat kepada pemain kripto yang bermain di exchange yang melakukan aktivitas trading jual beli aset kripto.

Sementara, fokus bisnis NOBI bukan di exchange, melainkan memaksimalkan aset kripto dengan menggunakan sistem DeFi (decenteralized finance).

Tak hanya NOBI sebenarnya yang bermain di segmen ini, ada Tokocrypto yang mulai merambah dengan meluncurkan Toko Token (TKO). TKO menawarkan model token hybrid yang menggabungkan keunggulan CeFi dan DeFi yang dibangun di atas Binance Smart Chain. Layanan yang disediakan TKO bersama Binance adalah Binance Saving & Binance Staking, ForTube, dan Bakeryswap.

Application Information Will Show Up Here

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter