Industri digital Indonesia terus berkembang dengan ragam bentuk konsep yang ditawarkan. Salah satu yang cukup berbeda adalah OtoSpector. Seperti digambarkan dari namanya, bisnis ini membantu pengguna mendapatkan penilaian terhadap mobil bekas yang ingin dibeli, tentu dengan sentuhan teknologi digital. Calon pembeli menentukan mengisi informasi yang diperlukan kemudian tim inspector akan datang ke lokasi mobil untuk melakukan pengecekan.

Meski terdengar sederhana layanan ini cukup membantu para calon pembeli mobil bekas, terutama bagi mereka yang tidak punya waktu luang, mendesak, hingga berada di luar Jakarta. Dengan layanan yang ditawarkan OtoSpector, mereka bisa dengan mudah mendapat penilaian soal mobil yang ingin dibeli.

Jeffrey Andika, co-founder OtoSpector, bercerita kepada DailySocial mereka menyediakan inspector yang siap untuk melayani permintaan pengecekan langsung ke lokasi yang diminta. Hal ini bisa mengurangi kerepotan calon pembeli mobil karena tidak perlu datang ke bengkel untuk melakukan pengecekan.

“Dilengkapi dengan laporan online, pembeli bisa mengetahui kondisi mobil pilihan tanpa perlu melihat langsung mobilnya. Kami banyak membantu calon pembeli mobil dari luar Jakarta untuk memastikan dulu kondisi mobilnya sebelum mereka jauh-jauh datang ke Jakarta untuk membeli mobilnya,” tuturnya.

Lebih jauh Jeffrey menjelaskan untuk menjaga kualitas layannya mereka kurang lebih memiliki 150 poin lebih untuk dicek. Dibedakan menjadi tiga tingkat yakni Reguler, Premium dan Classic Car. OtoSpector memiliki standar SOP yang berlaku untuk tiap inspector.

Selain itu laporan yang diberikan juga berbentuk skor rentang A hingga E. Hal ini diharapkan bisa memudahkan pengguna dalam menilai kondisi mobilnya. Untuk saat ini memesan layanan pemeriksaan mobile bekas dari OtoSpector hanya bisa dilakukan melalui laman resmi OtoSpector di OtoSpector.co.id.

Tantangan dalam mengembangkan layanan

Selain kualitas layanan yang coba dijaga oleh startup yang mulai beroperasi tahun lalu ini adalah integritas. Oleh karena itu mereka menyediakan beberapa tarif harga. Karena pemeriksaan yang dilakukan bersifat independen mereka tidak mendapatkan komisi baik terjadi transaksi atau tidak.

“Kami mengenakan biaya inspeksi per mobil, harga dimulai dari Rp380.000 tergantung dari jenis dan tahun mobil. Biaya ini adalah jasa untuk melakukan pemeriksaan, dengan begitu, kami bisa tetap melakukan pemeriksaan secara independen, karena kami tidak mendapatkan komisi, baik terjadi transaksi ataupun tidak,”

Sebagai salah satu layanan dengan konsep yang belum begitu dikenal oleh masyarakat tantangan OtoSpector masih berada di sekitar pengenalan dan edukasi. Termasuk di dalamnya meningkatkan kepercayaan masyarakat. Bisa dikatakan tiga masalah utama ada di pengenalan OtoSpector, edukasi mengenai pemeriksaan menyeluruh sebelum membeli mobil bekas dan brand awareness.

“Tujuan kami saat ini adalah membuat membeli mobil bekas di Indonesia lebih aman dan nyaman. Target kami ingin meningkatkan brand awareness dan memperkenalkan Otospector ke masyarakat luas,” pungkas Jeffrey.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.