Categories

Interview

Snapask Kenalkan Aplikasi Belajar Online Berbasis Tutor

Telah miliki tim lokal untuk perkuat konten belajar dan lokalisasi fitur

Prayogo Ryza - 4 March 2020

Snapask, startup teknologi pendidikan asal Hong Kong mulai menggarap pasar Asia, termasuk Indonesia. Beberapa pelokalan konten mulai disiapkan. Gerak ekspansi mereka dimulai berkat suntikan dana segar senilai Rp700 miliar pada tahun 2020 ini. Di dalamnya termasuk pendanaan terbaru sebesar Rp487 miliar yang didapat dari Asia Partners (Singapura) dan Intervest (Korea Selatan).

Solusi yang ditawarkan Snapask adalah berupa aplikasi belajar one-on-one dengan tutor secara online. Pengguna bisa menanyakan masalah tugas atau hal lain yang ingin dipelajari. Gamifikasi yang ada di dalam sistem juga dinilai menjadi hal yang membuat pengguna betah, terlebih bagi mereka yang berada di jenjang pendidikan dasar dan menengah.

CMO Snapask Katherine Cheung kepada DailySocial menjelaskan, pengguna bisa mengabil foto pekerjaan rumah atau persoalan mereka, kemudian mengunggahnya melalui aplikasi. Selanjutnya Snapask akan menghubungkan mereka dengan tutor sesuai kebutuhan. Klaim waktu yang dibutuhkan untuk mencari tutor ini ada di angka 15 detik. Fitur Q&A dan Mini Class (sesi 30 menit dengan pertanyaan unlimited) adalah yang jadi unggulan.

“Kami melihat potensi besar di pasar Indonesia. Sebagian besar negara seperti Indonesia, sumber daya pendidikan sangat terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta. Snapask ingin menjembatani kesenjangan antara pusat kota dan daerah pedesaan, untuk membuat sumber daya pendidikan terbaik tersedia untuk semua siswa,” imbuh Khaterine.

Teknologi pendidikan di Indonesia yang kian mendapat tempat di masyarakat

Di Indonesia ada banyak jenis startup teknologi pendidikan. Ada yang menyasar mereka yang sedang mengenyam pendidikan formal seperti Zenius, Ruangguru dan HarukaEdu. Ada juga yang menargetkan mereka yang ingin menambah keterampilan seperti Dicoding, Kode.id, Skill Academy, Vokraf, dan masih banyak lagi.

Gaung mengenai teknologi pendidikan semakin kencang semenjak Presiden Joko Widodo menunjuk founder Gojek Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, juga founder Ruangguru Belva Devara sebagai Staf Khusus Presiden. Keduanya diharapkan bisa memberikan dampak positif, terutama pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia.

Menghadapi kondisi ini Snapask terbilang cukup percaya diri. Sekarang mereka sudah memiliki tim yang ada di Jakarta untuk pelokalan konten, termasuk juga untuk rekrutmen tutor melalui serangkaian seleksi.

“Selalu kualitas layanan yang paling dihargai oleh Snapask. Kami memiliki aturan seleksi yang paling ketat untuk tutor kami, untuk memastikan semua tutor memenuhi syarat untuk mengajarkan pertanyaan yang diajukan siswa. Itu adalah sesuatu yang tidak dapat Anda temukan di platform lain, dan kami sangat bangga untuk terus memberikan janji bimbingan terbaik kami kepada pengguna kami,” jelas Khaterine.

Tak hanya Indonesia, Snapask juga menjajaki pasar Taiwan, Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang dan Korea Selatan; sejak lima tahun kiprahnya sebagai perusahaan teknologi pendidikan. Terbaru, dengan pendanaan yang didapat Vietnam akan menjadi pasar selanjutnya. Mereka juga akan mendirikan kantor pusat regional Asia Tenggara di Singapura.

Sementara untuk pasar Indonesia Snapask mengaku masih akan fokus pada memperkaya konten lokal yang berkualitas. Harapannya dengan banyaknya konten yang berkualitas mereka bisa mengajak pelajar dan masyarakat Indonesia untuk menggunakan Snapask sebagai bagian dalam kegiatan belajar mereka.

Application Information Will Show Up Here

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter