1. Entrepreneur

RS The Label, Brand Fashion Lokal dengan Konsep Zerowaste yang Bermimpi Go Global di Era Digital

Riene Subiyanto, pemilik brand fashion lokal RS The Label, membagikan kisahnya dalam mengembangkan bisnisnya di era digital.

Setiap bisnis, baik kecil maupun besar, berhak untuk bermimpi. Hanya saja setelah itu tergantung bagaimana usaha mereka dalam meraihnya. Di era digital seperti saat ini, pemanfaatan teknologi tidak akan luput dalam perjalanan setiap bisnis dalam meraih mimpinya. RS The Label adalah salah satu yang membuktikannya.

Riene Subiyanto, owner RS The Label, mengakui bahwa teknologi dan platformdigital, seperti media sosial, berperan besar dalam membantu brand-nya melangkah maju mendekati mimpinya. Tertarik mengetahui kisah lengkapnya? Berikut cerita perjalanan RS The Label bersama digitalisasi yang dibagikan oleh Riene.

Mengusung Konsep Zerowaste Sebagai Investasi Masa Depan

RS The Label merupakan salah satu brand fashion lokal yang mengusung konsep zerowaste. Tidak hanya dalam bentuk produk hasil, konsep zerowaste ini juga ia terapkan hingga ke proses pengemasan.

“RS The Label (adalah) brand fashion yang mengusung konsep zerowaste, dimana proses produksi dimulai dari material, cutting, hingga packaging menerapkan prinsip minim limbah atau bahkan tidak meninggalkan limbah kain,” katanya.

Konsep zerowaste ini ia terapkan bukan tanpa alasan. Pemikiran tersebut adalah hasil dari analisanya pada industri bisnis fashion yang ia mulai di tahun 2019. Ia melihat begitu banyaknya limbah yang dihasilkan oleh industri ini dan merasa khawatir.

“RSthelabel awalnya hanya brand fashion seperti pada umumnya. Tetapi permasalahan muncul ketika saya menyadari bahwa bisnis ini ikut andil dalam menyumbang limbah terbesar kedua di dunia dan akan berdampak buruk buat kita dan anak cucu kita di masa depan. Maka saya berpikir bagaimana cara saya tetap menjalani passion saya tetapi beriringan dengan compassion. Lalu terciptalah zerowaste fashion,” jelas Riene.

Kemudian, Riene pun senang karena bisnis fashion dengan tema zerowaste ini dapat diterima masyarakat.

Giat Berinovasi Dengan Tetap Konsisten Minim Limbah

Bergerak dengan konsep zerowaste fashion tidak menyurutkan semangat Riene untuk terus berinovasi menghasilkan produk yang unik. Dari komitmennya untuk meminimalisir limbah ini, Riene selalu rutin melakukan riset sebelum meluncurkan inovasi produk.

“Karena ini adalah zerowaste fashion, maka sebelum memproduksi selalu dilakukan riset terlebih dahulu, mulai dari desain apakah desainnya bisa diterapkan ke dalam zerowaste cutting.”

Agar tidak keluar dari konsep minim limbah itu sendiri, Riene berusaha untuk selalu memastikan bahwa inovasi produk yang ia buat bisa diproduksi menggunakan pattern, cutting, dan material kain yang ramah lingkungan.

Tak jarang juga inovasinya berasal dari pemanfaatan sisa kain yang kemudian ia buat menjadi ornamen pada produk pakaiannya.

Ternyata, konsep zerowaste tidak membuat Riene kehabisan ide untuk berinovasi. Bahkan, ia juga mulai menggabungkannya dengan konsep classic monochrome bergaya fashion street yang produknya ia launching pada Juli 2022 ini.

“Sedikit cerita tentang produk baru yang InsyaAllah akan dilaunching di bulan Juli 2022. Mengambil konsep classic monochrome dengan cutting zerowaste tetapi bergaya street fashion untuk memperluas target market juga pastinya,” ujarnya..

Kolaborasi Sebagai Langkah untuk Perluas Edukasi

Tidak ada usaha yang berjalan mulus tanpa adanya tantangan atau kesulitan. Selain tantangan dalam riset produk sebelum berinovasi, Riene juga mengakui bahwa kurangnya kesadaran masyarakat tentang dampak limbah kain ini menjadi kesulitan tersendiri bagi RS The label.

Untuk itu, Riene selalu berusaha mengedukasi masyarakat, salah satunya dengan cara berkolaborasi dengan influencer atau aktivis lingkungan.

“Masyarakat cenderung mengabaikan dan selalu berpikir untuk menguntungkan dirinya sendiri. Dibutukan effort yang lebih untuk mengedukasi. Maka dari itu, RS The Label berusaha berkolaborasi dengan para aktivis lingkungan maupun influencer yang peduli lingkungan atau alam.”

Pandemi Menjadi Momen Berinovasi

Momen pandemi adalah momen yang umumnya memiliki pengaruh terhadap keberlangsungan sebuah usaha. Namun, hal fakta tersebut ternyata tidak berlaku untuk RS The Label. Riene bersyukur bahwa pandemi tidak menurunkan aktivitas produksi dan penjualan RS The Label.

Sebaliknya, ia memanfaatkan momen pandemi untuk menciptakan solusi untuk para pekerja WFH saat pandemi dari limbah kain dalam bentuk produk detachable collar.

“Pada saat pandemi, RS The Label membuat produk dari limbah kain juga seperti detachable collar atau kerah lepas pasang. Jadi ketika para pekerja khususnya wanita melakukan WFH cukup menambahkan detachable collar pada homedress-nya, jadi pakaian mereka terlihat lebih formal meskipun hanya memakai baju rumahan,” jelas Riene.

Teknologi Berperan Besar dalam Edukasi dan Promosi

Dalam mengembangkan RS The Label, Riene selalu memaksimalkan pemanfaatan teknologi. Kehadiran teknologi, menurutnya, berperan besar dalam pemasaran produk, penjualan, edukasi masyarakat, hingga membantu trend forecasting.

“Kehadiran teknologi digital dalam dunia fashion tidak hanya dalam branding, pemasaran, atau jual beli, tetapi bisa membuat trend forecasting. Jadi selalu berinovasi dan kreatif dalam berbisnis,” katanya.

Menurut Riene, marketplace dan media sosial, terutama WhatsApp dan Instagram, adalah platformdigital yang berpengaruh besar dalam perkembangan RS The Label. Kedepannya ia akan memanfaatkan platformdigital lainnya, yakni media sosial Twitter.

Perencanaan Matang Dalam Urusan Modal

Ketika berbicara mengenai pinjaman modal untuk menopang bisnis, Riene berkata ia tidak menggunakan pinjaman modal untuk mengembangkan RS The Label. Menurutnya, terlalu banyak resiko yang perlu ia tanggung apabila menggunakan pinjaman. Lalu, ia pun membagikan tips dalam memulai dan mengembangkan usaha dengan modal yang ada.

“Tips dari saya ketika ingin membuat usaha atau mengembangkan usaha sebaiknya direncanakan dan diperhitungkan dengan matang untung ruginya. Jika ada aset selain rumah, sebaiknya aset tersebut yang dijual untuk dijadikan modal meskipun nominalnya tidak sesuai yang diharapkan itu tidak apa-apa. Mulailah dengan perlahan dan bertahap. Tidak perlu terlihat besar tetapi banyak konflik didalamnya.”

Rencana Go Global Di Era Digital

Soal mimpi, Riene memiliki banyak mimpi untuk RS The Label. Salah satu mimpinya yang akan terwujud dalam waktu dekat adalah memiliki toko offline. Toko tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan studio jahit untuk memberi kesempatan kepada konsumen belajar mengenai pembuatan zerowaste fashion.

Selain itu, ia juga memiliki harapan lainnya, yaitu agar RS The Label dapat selalu berkembang, berempati, dan berinovasi. Riene juga ingin RS The Label menjadi brand zerowaste fashion ternama di Indonesia dan go global dengan bantuan digitalisasi.

”Saat ini, RS The Label sudah mendistribusikan produknya ke salah satu distrik di Singapore. Pastinya dengan teknologi digital, RS The Label bisa merambah ke negara-negara lain,” ujarnya.

Mempelajari Teknologi Sebagai Solusi Dapatkan Peluang di Era Digital

Semua pencapaian RS The Label tentu tidak diperoleh dengan mudah. Semua adalah hasil dari kemauan Riene untuk mempelajari teknologi. Untuk sesama pelaku UMKM di luar sana, Riene pun berpesan untuk mulai belajar dan terbiasa teknologi guna mendapatkan banyak peluang dan keuntungan.

“Mulai lah belajar. Jangan self-defense dulu sebelum mencoba. Mintalah orang-orang terdekat untuk mengajarkan cara penggunaan teknologi atau bisa mencari informasi melalui halaman pencarian seperti Google,” katanya.

Banyak sekali hal inspiratif dari kisah perjalanan Riene dalam mengembangkan RS The Label.

Meski konsep yang diusung oleh RS The Label masih jarang ditemui di Indonesia, namun hal itu tidak mengurangi tekad Riene untuk terus menciptakan berbagai inovasi produk yang minim limbah, serta menggunakan berbagai sumber yang ada untuk mengedukasi masyarakat.

Riene juga turut mengajak rekan UMKM lainnya untuk meraih banyaknya peluang, seperti yang ia temukan, dengan pemanfaatan teknologi yang maksimal.

{$categories[0]['slug']}